Selama arus mudik dan arus balik idul fitri 1430 hijriyah berlangsung, seluruh maskapai penerbangan disibukkan dengan lonjakan penumpang yang meningkat mulai dari 50 hingga 100 persen hal ini yang kemudian mempengaruhi munculnya persepsi masyarakat bahwa jika terjadi lonjakan penumpang, maka akan sangat mudah pula terjadi kenaikan harga tiket hingga 3 kali lipat dari harga semula
Menanggapi persoalan ini, kepala stasiun maskapai penerbangan garuda indonesia andry sidabutar kepada rri menepis persepsi miring masyarakat ini
Dirinya mengatakan untuk maskapai penerbangan nya saja, sejak 2 pekan sebelum idul fitri, hampir 90 persen tiket yang tersedia sudah dalam kondisi pemesanan dan membuat pihaknya kewalahan dalam mengatasi permintaan ketersediaan tiket bagi para penumpang tersebut
Dirinya menepis persoalan ini yang mendorong terjadinya kenaikan harga, sebab menurutnya melonjaknya harga tiket yang terjual akhir akhir ini merupakan tiket jenis normal ekonomi dengan harga yang paling maksimal.Selain itu, andry mengungkapkan pihaknya juga tidak ingin gegabah dalam mengambil tindakan mengatasi lonjakan penumpang pada arus balik lebaran tahun 2009 ini
Untuk itu, pihaknya mengambil inisiatif untuk menukar jenis pesawat garuda indonesia yang dapat menampung penumpang dengan kapasitas lebih besar, yang disesuaikan dengan jumlah penumpang pada jadwal keberangkatan tersebut
Andry turut berharap masyarakat dapat jeli dan cerdas dalam memperoleh tiket, serta tidak menggunakan perpanjangan tangan seperti calo ataupun jasa lainnya sehingga dapat terhindar dari adanya aksi penipuan yang dapat merugikan diri sendiri.(elvira rosanty_rri)